Manfaat Kesehatan - Perselingkuhan dari sebuah hubungan yang dapat menghancur sebuah
hubungan merupakan hal yang sangat dihindari dari pasangan yang serius
menjalani hubungan itu.
Untuk pria yang memiliki hasrat yang tinggi untuk bercinta kemungkinan pasangan
wanita anda selingkuh semakin tinggi.
Apapun perselingkuhan yang ada dapat menghancurkan sebuah hubungan, komunikasi
juga dapat menjadi solusinya.
5 alasan mengapa wanita selingkuh dari pasangannya.
1.Pasangan berlaku kasar
Banyak wanita menyadari hidup dalam kesalahan saat mengetahui pasangan berwatak
kasar dan berusaha selalu mengendalikan pasangan. Tipe pria seperti ini
seringkali meminta pasangan untuk selalu memenuhi keinginannya. Bila tak
dituruti, mereka tak segan menggunakan kekerasan untuk 'meluruskan' pasangan.
Terlepas dari baik-buruknya perselingkuhan, bagi wanita yang hidup dalam hubungan
seperti ini, berselingkuh dapat membuat mereka lebih baik dan merasa dihormati
orang lain.
Psikolog Michael E. Silverman, PhD, mengatakan jika berada dalam sebuah
hubungan yang penuh kekerasan, selingkuh bukan cara terbaik. Minta bantuan dari
seorang teman yang dapat dipercaya, keluarga, atau terapis untuk mengubah
perilakunya. Bila dia tidak dapat mengubah perilaku kekerasannya, lebih baik
lepaskan hubungan sebelum menjalin hubungan baru.
2.Membenci satu sama lain
Perbedaan cara pandang dan keinginan boleh saja berbeda. Namun, sebagian
pasangan tidak dapat saling berkomunikasi dan menemukan hal terbaik untuk
menyelesaikannya. Sehingga, kemarahan yang tak terselesaikan membuat tumbuhnya
perasaan benci. Tak jarang, pasangan yang mulai saling membenci saling
menyakiti.
Umumnya, hal ini akan berlangsung dalam waktu cukup lama dan mulai menggerogoti
kenyamanan dan keintiman dalam hubungan. Untuk mengobati kekosongan, pasangan
bisa mencari rasa nyaman dari orang lain lewat perselingkuhan.
Menurut Dr Silverman, kemarahan yang tak terselesaikan adalah lahan subur
perselingkuhan. Dia menekankan pentingnya kejujuran dan komunikasi intens
pasangan agar hubungan dapat dipertahankan.
3.Kebosanan dan rasa tak bahagia
Umumnya terjadi saat hubungan sudah berlangsung
lama. Awal hubungan yang membara bisa berubah menjadi sesuatu yang menjadi
sebuah rutinitas dan membosankan. Akibatnya banyak yang merasa tak bahagia
hidup dalam hubungan.
Berselingkuh, bagi wanita jenis ini merupakan suntikan semangat dan gairah yang
tidak dapat diperoleh lagi dari hubungan yang dijalani. Perasaan kuat, mandiri,
dan percintaan yang hangat adalah alasan wanita untuk melirik pria lain.
Ahli menyarankan, daripada mencurangi pasangan, lebih bijak bila
membicarakannya dari hati ke hati dan untuk mengatasi stagnasi hubungan.
Cobalah mengubah pola kebiasaan dalam hubungan dan komunikasikan perasaan dan
kebutuhan Anda pada pasangan. Jika ingin mengubah tempo dan memperoleh sesuatu
yang baru, berlibur berdua di tempat eksotis atau pindah ke kota baru dan
memulai semua dari awal bisa menjadi solusi.
4.Pasangan workaholik
Wanita dengan pasangan yang terlalu
terlibat dengan pekerjaan umumnya sangat mandiri dan independen. Mereka merasa
komitmen untuk membangun keluarga dan anak-anak hanya berada pada pundak satu
orang.
Bila di biarkan berlanjut, perasaan dengan pasangan dapat terputus. Saat
bertemu pria yang penuh perhatian, wanita merasa bisa terbebas dari rasa
kesepian dalam hubungan pernikahan.
Menurut Dr Silverman, obat dari kondisi ini adalah memulai dialog dengan
pasangan dan membeberkan keinginan dan kebutuhan agar pola kehidupan dapat
diperbaiki.
5.Pasangan selingkuh duluan
Saat mengetahui pasangan berselingkuh,
banyak wanita yang sangat terluka dan marah. Perasaan dicampakkan dan
dikhianati dapat menjadi dorongan kuat bagi wanita untuk balas dendam atas
perlakuan pasangan: berselingkuh seperti yang dilakukan pasangan.
Dr Silverman mengatakan, kemarahan dapat mengaburkan penilaian seseorang,
itulah sebabnya ia bila salah satu pasangan berselingkuh, sebaiknya mengikuti
konseling pernikahan. "Sebab, lamanya kebersamaan bukan jaminan bahwa
pasangan telah saling mengenal satu sama lain," katanya.